Tuesday, September 22, 2020

thumbnail

Investasi Online Rendah Resiko Melalui Fintech Lending

Dunia pinjam meminjam modal semakin berinovasi melalui adanya financial technology (fintech) lending atau layanan pinjam meminjam berbasis teknologi. Pengertian fintech p2p sendiri merupakan layanan pendanaan peer to peer (P2P) antara peminjam dengan pihak pemberi pinjaman atau yang juga disebut sebagai investor.



Layanan ini memberikan kemudahan bagi UKM yang membutuhkan pendanaan modal dan memenuhi syarat kelayakan kredit, namun terbentur akses pinjaman ke lembaga konvensional seperti bank. Terbatasnya akses ini dapat disebabkan letak tempat tinggal ataupun kesulitan sistem birokrasi. Adanya fintech landing ini sekaligus membuka peluang investasi menjanjikan bagi Anda yang butuh alternatif untuk mengalokasikan dana investasi.

                Menjadi pendana pada layanan fintech lending memberikan peluang investasi mudah dan cepat karena prosesnya menggunakan teknologi. Aktivitas finansial ini sudah resmi diatur dalam Peraturan OJK nomor 77/PJOK.01/2016 dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Keuntungan dari segi keuangan juga diperoleh pendana karena suku bunga pinjaman memiliki nilai yang signifikan, sehingga pendana dapat memperoleh keuntungan. Bunga ini dibayarkan oleh peminjam melalui cicilan bulanan. Layanan ini memberikan kemudahan bagi pendana dalam menjadi investor online karena pendana dapat mendiversifikasi investasinya, sehingga kemungkinan untuk memperoleh keuntungan lebih besar bisa diraih.

                Kelebihan lain yang dimiliki investasi keuangan melalui fintech OJK lending adalah uang yang diinvestasikan cenderung stabil, karena tidak seperti menyimpan uang di bank yang dapat ditarik kapan saja. Kemungkinan peminjam tidak mengembalikan pinjamannya dalam jangka waktu tertentu memang terjadi, namun untuk kenyamanan berinvestasi pada jalur ini bagi para investor finansial, banyak platform fintech lending yang telah memberikan jaminan pada pendana. Resiko ini juga dapat dikurangi dengan diterapkannya diversifikasi portofolio. Hal inilah yang membuat berinvestasi melalui jalur fintech lending rendah resiko.

                Adapun teknik diversifikasi yang dimaksud pada paragraf sebelumnya adalah, investor atau pendana tidak hanya mendanai peminjam dari satu kebutuhan saja, melainkan beberapa peminjam dengan beragam kebutuhan. Menghindari memberikan seluruh dana investasi Anda pada satu peminjam saja beresiko lebih besar, karena kemungkinan si peminjam tidak bayar tetaplah ada. Dengan menyebarkan dana Anda, ketika salah satu peminjam tidak membayar atau terlambat bayar, Anda akan tetap mendapat keuntungan dari peminjam-peminjam lainnya.

                Investasi memang membutuhkan mental siap rugi, sama halnya dengan berbisnis. Oleh karena itu jika Anda hendak berinvestasi melalui fintech lending, kerendahan resiko dapat Anda rasakan jika dana yang Anda investasikan sejumlah dana yang sanggup Anda tanggung kerugiannya. Untuk investasi ini, dianjurkan untuk tidak menggunakan dana tabungan atau dana darurat untuk menjaga kondisi keuangan Anda sendiri, karena investasi di jalur ini tidak memungkinkan Anda untuk melakukan penarikan uang dimana saja dan kapan saja.

                Jenis investasi pendanaan berbasis teknologi ini lebih rendah resiko karena keterkaitannya dengan hal-hal kompleks seperti inflasi lebih rendah. Namun, Anda tetap harus mempersiapkan diri dalam berinvestasi dengan melakukan riset sebanyak-banyaknya mengenai data pihak peminjam, agar Anda dapat menentukan besaran investasi berdasarkan kebutuhan peminjam.

Anda dapat melakukan analisa ini lebih mudah dengan menggunakan aplikasi yang sudah beredar di tengah masyarakat. Biasanya analisa ini dilakukan dari aspek psikologis beserta latar belakang. Tips untuk berinvestasi di fintech lending adalah tidak memaksakan diri untuk bisa mendanai orang dalam waktu dekat. Persiapkan terlebih dahulu diri Anda, dan jika perlu Anda dapat menabung dana investasi online sebelum memberikan lending.

Tags :

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments