Friday, May 15, 2020

thumbnail

Yuli Herowati, Mengubah Masa Senja Menjadi Lebih Produktif


Semua orang menginginkan masa tua yang bahagia dan ditemani anak cucu. Namun, tidak semua kenyataan sesuai dengan ekspektasi karena takdir manusia ada di tangan Tuhan YME. Manusia hanya bisa berusaha mewujudkan masa senja yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Di bulan suci yang penuh rahmat dan kebaikan, ada kisah sosok inspiratif asal Surabaya yang wajib diteladani.


Sebuah kisah yang akan menunjukkan bahwa lansia tetap bisa produktif dan bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Di usia senja, ia mampu membunuh rasa sepi karena tidak berada di lingkup keluarga. Keluarga baru di panti merupakan sosok yang sanggup membangkitkan semangat dan harapan Ibu Yuli Herowati.

Profil Yuli Herowati

Usia memang sudah tidak muda lagi, Ibu Yuli Herowati telah berusia 67 tahun. Ia merupakan penghuni Unit Pelaksana Teknis Dinas atau UPTD Griya Wredha milik pemerintah Surabaya. Lokasi gedung berada di kawasan Jambangan, Surabaya, Jawa Timur. Mungkin kita akan menganggap Ibu Yuli sama seperti para lansia di panti lain. Usia renta membuat penghuni panti saling menyemangati satu sama lain.

Ya, mungkin banyak orang menganggap bahwa panti jompo merupakan tempat pembuangan atau tempat untuk merawat orang-orang yang tidak dianggap, tidak punya keluarga, diabaikan sanak saudara, dan lain-lain. Perasaan terbuang sering membuat para lansia merasa sedih hati dan tidak semangat menjalani hidup.

Hal itulah yang membuat Ibu Yuli berbeda sebab ia mampu menjadi pendorong semangat teman lansia yang lain. Ia menjadi orang yang bisa memberikan semangat untuk membunuh perasaan terbuang tersebut. Beberapa tahun lalu, Ibu Yuli mungkin tinggal di panti jompo yang ada di Malang berdasarkan inisiatif keponakan. Keponakan harus urunan biaya kurang lebih 2 juta per bulan pada pengurus.

Tidak ingin menjadi beban, Ibu Yuli pindah ke panti Griya Wredha Surabaya pada tahun 2016 lalu. Ia tidak ingin menyusahkan orang lain. Toh, Ibu Yuli hidup terbiasa mandiri sehingga ia tidak merasa kesulitan untuk tinggal di UPTD Surabaya. Malah sosok yang semangat menjadi teladan bagi penghuni panti lain.

Ibu Yuli tidak suka mengeluh atau merenungi nasib di masa tua. Ia bangkit lebih semangat dibandingkan lansia lain dengan mengikuti berbagai pelatihan yang diadakan, misalnya belajar merajut. Berkat rasa senang dan aktif mengikuti kegiatan, Ibu Yuli diminta untuk menjadi kader di posyandu lansia dan membimbing di PAUD yang bersebelahan dengan lokasi panti Griya Wredha. Selama seminggu tiga kali, Ibu Yuli membimbing anak-anak dan membantu staf guru di PAUD. Kalau punya waktu luang, Ibu Yuli lebih suka membaca buku. Keren, ya?

Kebaikan untuk  Ibu Yuli

Usia tua bukan halangan untuk berhenti semangat dan menyerah. Semangat yang ditularkan Ibu Yuli kepada rekan sesama lansia di Griya Wredha bisa memberikan kesempatan menikmati masa senja yang lebih indah. Sebuah langkah kecil yang bisa memberikan harapan hidup kepada orang-orang tua yang merasa terbuang atau terlantar.

Sudah saatnya untuk membalas kebaikan hati dan semangat Ibu Yuli lewat tangan kita. Dengan menggunakan asuransi syariah Indonesia, peserta asuransi bisa mendonasikan uang untuk program sosial, fitur wakaf, dan lain-lain.

Selain itu, kita bisa menjadi peserta produk asuransi syariah Allianz untuk memberikan perlindungan bagi orang-orang yang disayangi. Kita bisa menjaga masa depan lebih baik dengan jaminan hari tua berkat program asuransi. Yuk, ramaikan campaign #AwaliDenganKebaikan untuk memberikan kesempatan pada Ibu Yuli mendapatkan paket umroh gratis ke Tanah Suci!

Tags :

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments