Friday, May 29, 2020

thumbnail

Tips Hasilkan Foto Tajam Dan Jernih

Salah satu momok besar bagi fotografer pemula yaitu bagaimana menciptakan foto yang berkualitas tinggi di kondisi cahaya yang gelap ibarat di dalam ruangan atau di malam hari.

Seperti kita tahu, biasanya foto indoor/malam hari cenderung buruk dan tidak tajam alasannya yaitu munculnya noise/titik-titik pada foto.

Noise timbul alasannya yaitu setting ISO tinggi. Di kamera DSLR atau compact, jikalau menggunakan ISO lebih tinggi dari 800, noise akan mulai muncul dan mengurangi kualitas gambar. Jika ISO diset rendah, kesannya foto gelap atau blur jawaban getaran tangan kita sendiri.

Untuk Objek Tidak Bergerak

Cara tradisional yang paling ampuh terutama untuk memotret objek yang tidak bergerak, yaitu dengan tripod. Dengan mendudukkan kamera diatas tripod, kita bisa mengunakan shutter speed rendah dan ISO rendah. Akibatnya, kualitas foto jauh lebih baik.

Cara lain yang tidak seampuh tripod, tapi tidak mengecewakan baik yaitu mengunakan lensa atau kamera yang mempunyai stabilizer (kodenya biasanya IS, VR, VC, OS, OIS, SS, dll).

Dengan stabilizer, kita sanggup mengunakan shutter speed yang agak lambat untuk mengumpulkan cahaya lebih banyak tanpa
menyebabkan foto blur.

Getaran tangan kita dikala menciptakan gambar diredam oleh prosedur stabilizer. Mekanisme ini ibarat mini tripod. Namun ada keterbatasan dari sistem stabilizer ini, yaitu tidak bisa menstabilkan kamera selama tripod.

Setiap stabilizer berbeda-beda antara kamera dan lensa, ada baiknya mencoba sendiri efektivitas dari sistem ini. Contohnya, dengan lensa Nikkor 16-35mm f/4 VR, aku bisa menciptakan foto yang tajam dengan shutter speed hingga dengan 1/8 detik, dan kalau Canon 100mm f/2.8 IS L Macro, aku sanggup mengunakan shutter speed 1/30 detik.

Cobalah mengunakan shutter speed lambat, dan temukan shutter speed yang paling minimum dimana foto yang dihasilkan tetap tajam. Jangan percaya gambar yang di monitor kamera, tapi periksalah di layar monitor komputer/laptop dan diperbesar (zoom 100%).

Objek Bergerak

Tripod dan stabilizer memang akan sangat membantu dalam pemotretan di kondisi cahaya yang kurang baik, tapi jikalau kita memotret objek yang bergerak tripod tidak berdaya, alasannya yaitu kita mengandalkan shutter speed lambat dikala menggunakan tripod. Shutter speed lambat tidak bisa membekukan gerakan objek yang bergerak.

Untuk mengakali kondisi tersebut, kita sanggup mengunakan lensa bukaan besar. Bukaan lensa yang besar mengumpulkan lebih banyak cahaya daripada lensa dengan bukaan sedang atau kecil.

Contoh lensa berbukaan besar yaitu Nikkor 35mm f/1.8, Canon 50mm f/1.4, Sigma 18-35mm f/1.8, Tamron 24-70mm
f/2.8 VC dan lain lain, semakin kecil angka yang mengikuti 'f', semakin besar bukaannya.

Taktik lain yang bisa dipakai yaitu mengunakan kamera DSLR bersensor full frame yang permukaannya sekitar 50% lebih besar. Permukaan yang lebih besar bisa menyerap lebih banyak cahaya lingkungan sehingga kualitas foto tidak terlalu buruk di ISO tinggi.

Menurut pengalaman saya, kualitas foto di ISO 4000, setara dengan ISO 1600 di kamera DSLR biasa yang bersensor APS-C.

Satu strategi lagi yang bisa kita gunakan yaitu dengan memanfaatkan flash/lampu kilat. Flash tidak bisa menjangkau kawasan yang terlalu jauh atau luas ibarat bukit/gunung yang jauh, tapi sangat efektif untuk menerangi objek yang akrab dengan kita ibarat tanaman, manusia, tumbuhan dan fauna.

Dengan mendapat cahaya komplemen flash, gambar yang dihasilkan lebih terang dan tajam. ISO pun tidak perlu diset tinggi. Di dalam ruangan yang mempunyai langit-langit berwarna putih dan tidak terlalu tinggi, flash (external/speedlite) sanggup diarahkan ke langit-langit untuk menghasilkan cahaya yang lembut ke objek.

Pada intinya:


1. ISO tinggi dan shutter speed lambat yaitu cara kamera untuk menciptakan gambar di kondisi cahaya gelap, sebagai kesannya foto tidak tajam dan jernih.
2. Supaya hasil gambar tajam dan jernih, untuk objek tidak bergerak kita gunakan tripod atau stabilizer. Untuk objek bergerak, lensa bukaan besar dan flash kita gunakan.
3. Kesemuanya bertujuan biar kita sanggup mengunakan ISO rendah.

Sebagai tambahan, shutter speed yang relatif lambat juga merekam gerakan air mengakibatkan air yang mengalir mulus ibarat kabut. Sumber cahaya lampu yang berbentuk bintang timbul alasannya yaitu penggunaan bukaan yang kecil.

Sumber : Detikinet

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments