Thursday, February 27, 2020

thumbnail

Tips Kerja Di Rumah Kondusif Dari Bahaya Cyber

Ancaman COVID-19 memaksa pemerintah di banyak sekali negara melaksanakan antisipasi yang diubahsuaikan dengan kondisi lokal, namun pada dasarnya membatasi interaksi antar insan secara fisik dan memaksa perusahaan mengurangi acara kerja di kantor dan karyawan diminta work from home atau kerja dari rumah.
Dari sisi security komputer, perubahan ini meningkatkan risiko ancaman keamanan bagi perusahaan terutama menyangkut kerahasiaan data perusahaan yang selama ini tersimpan kondusif di intranet menjadi sanggup diakses melalui internet dan harus diamankan baik melalui pembatasan hak saluran data atau warta maupun serangan dari luar seperti pencurian data dan ransomware.
Selain itu, karyawan yang sedang kerja dari rumah juga menjadi lebih rentan terhadap serangan alasannya ialah terhubung ke jaringan perusahaan melalui jaringan internet yang notabene ialah jalur umum, di mana banyak ancaman keamanan yang mengintai.
Ancaman lain yang perlu diwaspadai ialah ancaman ransomware di mana pembukaan saluran ke server atau aplikasi khususnya saluran remote bagi karyawan rentan dieksploitasi ransomware yang kalau berhasil masuk dan mengenkripsi data perusahaan, sanggup menjadi tragedi besar sehingga perlu menjadi perhatian utama direktur dan harus melaksanakan tindakan preventif yang disiplin.
Tindakan preventif tersebut dilakukan antara lain dengan membatasi range IP yang boleh melalukan remote, menangkal brute force, mengimplementasikan otentikasi dua faktor (TFA) untuk terkoneksi ke server, sampai melaksanakan backup data base dengan baik dan benar.
Tidak sanggup disangkal kalau dalam KDR ini justru kerja bab IT menjadi sangat penting dan pihak administrasi sanggup menyadari dan memperlihatkan penghargaan atas beban kerja bab IT yang meningkat dan menjadi kritis bagi kelangsungan perusahaan.
Adapun beberapa hal yang perlu menjadi perhatian karyawan dan perusahaan dikala melaksanakan kerja dari rumah adalah:
  • Hindari koneksi memakai WiFi publik dan usahakan memakai WiFi sendiri yang terpercaya atau tethering dari ponsel sendiri. Jika terpaksa memakai WiFi publik, pastikan Anda mengamankan dengan memakai VPN terpercaya untuk melindungi data dan kredensial penting Anda.
  • Pastikan Anda memakai koneksi VPN terpercaya (berbayar) setiap kali terkoneksi ke WiFi guna menjamin transmisi data Anda terenkripsi dengan kondusif dan tidak sanggup dibaca sekalipun berhasil disadap.
  • Pisahkan komputer kerja dengan komputer pribadi. Komputer dari kantor atau komputer yang khusus disiapkan oleh kantor untuk menuntaskan pekerjaan Anda secara teknis akan lebih terjaga alasannya ialah sudah dilengkapi dengan pengamanan yang diharapkan ibarat sowftware orisinil yang terjaga keamanannya, update software yang teratur, jadwal pengaman esensial ibarat antivirus, firewall dan drive yang terenkripsi.
  • Jika Anda terpaksa bekerja dari komputer pribadi, Anda sanggup menekan risiko dengan bekerja secara online dan menghindari mengunduh dan menyimpan data kantor ke komputer pribadi Anda.
  • Implementasikan Two Factor Authentication seoptimal mungkin untuk menjaga kredensial dan kelola password dengan baik memakai aplikasi Password Manager.
  • Jika Anda bekerja di daerah umum, ekstra hati-hati dari pengintip. Hindari meninggalkan komputer kerja Anda tanpa penjagaan.
  • Maksimalkan enkripsi untuk melindungi data. Pastikan email yang Anda kirim terenkripsi dan pastikan data di perangkat kerja terenkripsi sehingga sekalipun komputer kerja Anda dicuri, data tidak sanggup diakses tanpa memasukkan kredensial yang benar.
  • Pastikan keamanan perangkat yang Anda colokkan ke komputer kerja. Hindari sembarangan mencolokkan USB Drive ke komputer kerja alasannya ialah sanggup saja mengandung malware yang berbahaya dan sengaja disiapkan untuk menyerang komputer atau jaringan perusahaan.
  • Hindari mengisi daya ponsel Anda dari port USB charger, usahakan memakai charger sendiri. Jika terpaksa melaksanakan charging dari port USB, Anda sanggup mempertimbangkan untuk memakai piranti pelindung USB Data Blocker yang hanya akan menghubungkan PIN untuk charger dan akan memblokir koneksi ke PIN data USB.
  • Pertimbangkan untuk memakai sistem Next Generation Antivirus (NGAV) dibandingkan sistem antivirus konvensional. Sistem antivirus konvensional Endpoint korporat mempunyai kelemahan di mana server antivirus terletak di dalam jaringan korporat dan hanya sanggup mengelola komputer yang terkoneksi ke sistem jaringan komputer perusahaan.
Sistem ini akan mengalami kesulitan mengelola komputer yang hanya terhubung ke internet dan kalau dipaksakan untuk membuka saluran ke server antivirus, hal ini malah menambah beban kerja admin yang harus menjaga komplemen satu server lagi.
Teknologi NGAV memungkinkan pengelolaan antivirus memanfaatkan secure cloud dimana semua komputer perusahaan tetap akan sanggup dikelola dengan baik sekalipun komputer KDR tersebut tidak terkoneksi ke jaringan perusahaan.
Tags :

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments