Friday, February 28, 2020

thumbnail

Gus Muwaffiq Peredam ''Pasukan Berani Mati'' Gus Dur

Gus Muwafiq Setop Kesaktian Para Pendekar “Pasukan Berani Mati” Gus Dur

Oleh M Abdullah Badri

JELANG Gus Dur diturunkan dengan fitnah murahan tak terbukti hingga kini, muncul “pasukan berani mati” yang tersusun atas banyak hero pelbagai akademi silat di Indonesia. Mereka tiba ke Jakarta untuk membela Gus Dur sesuai kemampuan mereka: daya destruktif massal.

KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) yang ketika itu nderekaken Gus Dur mendapat amanat untuk mengendalikan semua hero yang hadir biar tidak terjadi rusuh. Jika kisruh terjadi di Jakarta, Gus Dur kuwatir hal itu akan menjalar ke pelbagai daerah, dan kuatirnya lagi, Nahdliyyin akan melaksanakan gerakan perlawanan horizontal.

Gus Dur memerintahkan Gus Muwafiq dengan amanat itu biar NU nantinya bisa selamat dan tidak jadi bulan-bulanan dalam sejarah kesetiaan bangsa Indonesia. Meskipun Gus Dur sendiri yang nantinya turun tahta.

Meskipun Gus Muwafiq juga pendekar, kiprah berat mendekati para hero pelbagai kawasan dari macam akademi bukan kasus gampang.  Pasalnya, para hero punya jurus dan kesaktian khas masing-masing akademi yang tidak akan bisa disatukan dalam hitungan hari, apalagi hitungan hari.

Kata Gus Muwafiq, bagaimana mungkin kasus demokrasi parlementer yang ketika sedang krisis itu diselesaikan dengan logika umum para hero yang mempunyai solusi demonstrasi ekstra parlementer. Urusannya kepemimpinan, tapi solusi para hero ketika itu belum ada yang taktis kecuali memakai ilmu dan kesaktian. Serba repot.

Gus Muwafiq Pendekar

Akhirnya, Gus Muwafiq harus memeras otak mencari cara biar 200-an hero yang sudah menyiagakan kedigdayaan dan kesaktiannya dari rumahnya, tidak jadi ngempakke (menggunakan) untuk memulai episode rusuh, walaupun mereka siap dengan nyawa. Kata Gus Muwafiq, mungkin mereka sudah pamitan mati kepada keluarga itu. Kan pasukan berani mati.

Yang dilakukan Gus Muwafiq ketika hanya satu: buat mereka lega biar ilmunya terpakai di Jakarta dan pulang dengan damai. Inilah yang menciptakan Gus Muwafiq banyak pengeluaran. Harga yang tidak bisa dibandingkan untuk menjaga biar negara tetap kondusif tanpa bencana kerusuhan massal. Apalagi nanti yang kena yaitu NU, salah satu elemen berdirinya NKRI. 

Cara yang dilakukan Gus Muwafiq untuk mencegah chaos yaitu mengajak para hero njabuti pohon gedhe-gedhe di sekitar gedung dewan terhormat yang tengah sidang. Mereka melaksanakan itu dengan tangan. Terlampiaskan. Lega.

Pendekar yang mempunyai kesaktian minum air tanpa kuota, juga diajak Gus Muwafiq nyedot bak sekitaran gedung. Dan sangar-nya, tidak ada dari mereka yang mengalami sakit perut meskipun air yang ada di bak tersebut sudah kering kerontang. Terlampiaskan. Lega.

Arena adu juga disiapkan untuk hero yang mempunyai kemahiran memakai jurus. Gus Muwafiq sendiri dan timnya yang menghadapi langsung. Waktu nganggur mereka disibukkan untuk berduel di atas arena. Siapa saja yang berani menantang Gus Muwafiq hanya dengan tiga jurus, silakan naik rink. Dan alhamdulillah menang hingga 60-an kali laga. Lelah tapi tidak dibayar dan tak tercatat sebagai prestasi. Hahaha. Semua demi biar ilmu kadigdayan hero terlampiaskan, dan lega.

Mereka yang punya kesaktian anti peluru dibelikan Gus Muwafiq mercon sangat banyak dengan ukuran besar. Ben marem. Mereka dikumpulkan, kemudian diminta atraksi kesaktian dengan mercon yang tersdia. Mereka memang sakti-sakti. Mercon ditaruh perut, dubur, dan bolongan badan lainnya, tidak ada yang luka. Terlampiaskan sudah. Lega.

Yang paling rumit yaitu mengatasi gejolak hero yang dipimpin oleh Kiai NR dari Wonosobo. Kata Gus Muwafiq, para murid dia yang tiba ke Jakarta diberi bekal pasir satu karung yang bila dilemparkan ke massa, bisa berubah jadi geni (api) berskala parah. Sulit didekati alasannya pesan guru mengatakan, “jika tidak bisa berubah jadi api, datangi rumahku, siap diberaki”. Jaminan keyakinan inilah yang menciptakan barisan hero itu mantap mengamalkan lempar pasir.

Karena lelah, Gus Muwafiq hasilnya nyirep ratusan hero dengan obat tidur yang diracik sendiri. Kopi disiapkan oleh tim, dicampurlah obat tidur tersebut ke seduhan air kopi, ngopi bareng. “Dua hari mereka full tidur nyenyak bareng,” kata Gus Muwafiq, yang juga menyebut hal itu sebagai solusi mudah terakhir.
Cuma ketika kiai Cirebon mengetahui “ulah nakal” Gus Muwafiq kepada para hero itu, dia hanya tersenyum dan menyampaikan kepada Gus Muwafiq begini:

“Kamu harus bertanggungjawab. Semua orang yang kau sirep yaitu muslim yang taat shalat semua. Kamu harus gantikan qodlo’ shalat 200 orang ini selama mereka tidur”.

Mumet lah Gus Muwafiq. Masa’ harus mengganti hingga 2000 kali shalat untuk 200 orang yang dua hari bolos ibadah? Mereka kan dalam kondisi tidur, tidak mukallaf (keno patrapane hukum, -bahasa kitab kuningnya,-) lagi.

“Mereka memang tidur, tapi kan alasannya kau yang menciptakan mereka tidak melek hingga dua hari,” jawab kiai asal Cirebon tersebut kepada Gus Muwafiq. Duh. Sudah lelah, remuk, keluar biaya, masih kena dhuko kiai. Nasib.

Saya tidak bertanya, apakah Gus Muwafiq jadi mengganti qodlo’ shalat mereka. Yang pasti, amanat Gus Dur sudah dituntaskan meskipun ada hero yang mengeluh, “perintah saya saja Gus, siapa yang harus saya b****,” katanya, lelah, alasannya ilmunya belum sempat dibentuk lega dan terpakai di Jakarta. 

Saya jadi ingat apa yang sering diucapkan oleh Gus Muwafiq dalam ceramahnya, bahwa meskipun insan yaitu khalifatullah fil ardl (manajer Allah di bumi), dan ahsani taqwim (paling sempurnanya bentuk mahluk Allah), masih tetap kalah dengan satu hal: NGANTUK.

Dan ngantuk hingga tertidur, sebagaimana sudah dibuat-buat oleh Gus Muwafiq kepada ratusan hero sakti itu terbukti bisa menyelamatkan bangsa dari potensi rusuh nasional. Mereka yang ketika itu menginginkan chaos harus gigit jari.

Dan, ketika ini, detik saya menulis kisah ini, harus tetap waspada bila ada yang hendak mengambil hati Nahdliyyin dengan bahasa yang sama: Aswaja, dan lalu, bertahap akan mengiris shaf warga NU bila dirasa sudah waktunya panen irisan besar. Utuhnya NKRI, jauhnya negara ini dari konflik, harus dipertahankan, berapapun biayanya. Gus Dur sudah berkorban banyak. Jangan NGANTUK atas semua ini, kawan! [badriologi.com]

 sumbernya dari sini :

http://www.blogdati.com//search?q=cerita-gus-muwafiq-setop-kesaktian-para-pendekar-pasukan-berani-mati-gus-dur

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments